Mengenal Tradisi Sirih Pinang sebagai Warisan Kearifan Lokal Masyarakat Sambori dalam Memupuk Nilai Silaturahmi Tahun 2025
Abstract
Kearifan lokal merupakan aset budaya yang memainkan peran penting dalam melestarikan identitas masyarakat sekaligus memperkuat ikatan sosial lintas generasi. Salah satu bentuk kearifan lokal yang masih hidup di Desa Sambori, Kabupaten Bima, adalah tradisi sirih. Tradisi ini tidak hanya dipahami sebagai kebiasaan mengunyah sirih, tetapi juga mewakili nilai-nilai sosial, budaya, dan etika yang berfungsi sebagai simbol penghormatan, persaudaraan, keramahan, serta sarana untuk memperkuat ikatan sosial di dalam masyarakat. Namun, berlalunya waktu dan perubahan gaya hidup masyarakat berpotensi mengurangi pemahaman generasi muda terhadap makna filosofis tradisi tersebut. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi sirih sebagai warisan kearifan lokal masyarakat Sambori, serta mendorong upaya pelestariannya. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi observasi lapangan, wawancara dengan para tokoh adat dan pemimpin masyarakat, penyampaian materi edukatif melalui sesi sosialisasi, diskusi interaktif, serta pendokumentasian kegiatan. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara partisipatif, dengan melibatkan masyarakat sebagai penerima manfaat utama dari kegiatan ini. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai sejarah, filosofi, dan fungsi sosial tradisi sirih-pinang.
References
Dwinanto, Arief, Rini S Soemarwoto, and Miranda Risang Ayu Palar, ‘Budaya Sirih Pinang Dan Peluang Pelestariannya Di Sumba Barat, Indonesia’, Patanjala, 11 (2019), 291805
Gaol, Covin Lumban, and Wilson B Lena Meo, ‘Simbolisme Ulos Dalam Tradisi Kematian Batak Toba: Perspektif Teori Interpretatif Simbolik Clifford Geertz’, Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan, 20 (2025), 97–108
Hasanah, Luluk Ulfa, and Novi Andari, ‘Tradisi Lisan Sebagai Media Pembelajaran Nilai Sosial Dan Budaya Masyarakat’, Jurnal Ilmiah Fonema, 4 (2021), 48–66
Hermawansyah, Hermawansyah, Muhammad Akbar, Siti Nurbaya, Ardin Ardin, Antika Antika, and Nita Anggriani, ‘Kampus Bebas Plastik: Pengolahan Sampah Gelas Mineral Sebagai Upaya Mewujudkan Lingkungan Akademik Berkelanjutan’, Syafaat: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1 (2025)
Hermawansyah, Hermawansyah, Mulyadin Mulyadin, Muhammad Akbar, Imam Fad’ah, Muhammad Ifan Jauhari, Iis Fauziah, and others, ‘Pembinaan Pengolahan Limbah Kayu Menjadi Produk Bernilai Ekonomis Dalam Program KKN-PAR Desa Kambilo’, Syafaat: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1 (2024), 13–20
Jaki, Rifal Kurniawan, Saefudin Malik Saefudin Malik, Joko Nasrallah Joko Nasrullah, Salsabila Krisna Hermanto Salsabila Krisna Hermanto, Eni Sutianingsih Eni Sutianingsih, Windi Novianti Windi Novianti, and others, ‘PERAN KEARIFAN LOKAL DALAM MEMPERTAHANKAN KOHESI SOSIAL MASYARAKAT DESA SUKADANA, KECAMATAN CIOMAS, KABUPATEN SERANG, PROVINSI BANTEN’, Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11 (2026), 211–25
Munif, Fatkhan, ‘Pengembangan Madrasah Melalui Modal Sosial’, Jurnal Kependidikan, 8 (2020), 84–98
Permana, Diansyah, Adun Rahman, and Dian Wildan, ‘Landasan Teori Pendidikan Karakter Dalam Perspektif Teori Perkembangan Moral, Kognitif, Dan Sosial’, Jurnal BELAINDIKA: Pembelajaran Dan Inovasi Pendidikan, 7 (2025), 215–23
Salam, Abd, Hermawansyah Hermawansyah, Muhammad Akbar, Hairul Hairul, Umi Astagini, Aisyah Aisyah, and others, ‘Revitalisasi Nilai Gotong Royong Berbasis Budaya Lokal Melalui Pendekatan Partisipatoris Di Desa Tarlawi, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima’, Syafaat: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1 (2024), 21–28
Septiani, Findi, Cicik Suriani, Imelda Sri Ulina Br Purba, Nurlela Br Ginting, Alvina Oktavia, Chairani Fadilla, and others, ‘DAUN SIRIH (PIPER BETLE L.) SEBAGAI SIMBOL BUDAYA DAN SUMBER OBAT MASYARAKAT BATAK: KAJIAN ETNOBOTANI’, Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara, 2 (2025), 7960–77
Suminar, Erna, ‘Simbol Dan Makna Sirih Pinang Pada Suku Atoni Pah Meto Di Timor Tengah Utara’, Jurnal Komunikasi Dan Bisnis, 8 (2020), 55–62
Supriyanto, Muh Hendra, Lalu Surya Jagat, and Randa Anggarista, ‘Representasi Nilai Budaya Dalam Kumpulan Cerita Rakyat Arya Banjar Getas Karya Slamet Riyadi Ali: Kajian Antropologi Sastra’, Tirai Edukasi: Jurnal Pendidikan, 7 (2024), 251–54
Taufik, Muh, and Rahmawati Hariza, ‘TRADISI UPACARA TAHUNAN BUGIS TOWANI TOLOTANG DI “PERRINYAMENG” AMPARITA KABUPATEN SIDRAP’, SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 2 (2023), 4699–4721
Copyright (c) 2026 Abd Salam

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



